Monday, 13 October 2014

Selamat Hari Raya Idul Adha 1435H

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah....kita sampai di tanggal 10 Dzulhijjah. Selamat Hari Raya Idul Adha 1435H untuk kaum muslim di seluruh dunia. 
Hari Raya Idul Adha atau dikenal sebagai Lebaran Haji dan lebih familiar lagi sebagai Hari Raya Kurban. Disebut hari Raya Kurban karena pada hari itu dilakukan penyembelihan hewan kurban, yang berupa onta, sapi, ataupun kambing. Tapi tentunya hewan kurban yang lazim di Indonesia adalah sapi dan kambing.

Ada peraturan dalam berkurban, yaitu jika hewan kurbannya adalah kambing  maka itu merupakan kurban dari 1 orang. Berbeda dengan sapi yang bisa merupakan gabungan (patungan) dari 7 orang. Jadi tidak boleh berkurban kambing dengan patungan beberapa orang. Namun jika hendak berkurban sapi tanpa patungan dengan 7 orang tidak dilarang. Selain itu setelah memasuki bulan Dzulhijjah, seseorang yang hendak berkurban hendaknya tidak memotong rambut dan kuku sampai hewan kurbannya disembelih. 

Berikut ini adalah beberapa gambar yang dapat saya abadikan selama proses pemotongan hewan kurban yang merupakan kegiatan rutin kami setiap tahun.

Bismillaah....Ayo kita mulai...

ih mamang masih ngantuk ya...



Persiapan distribusi

Ayo bikin sateeee

Santai sejenak

Masak-masak
si emba ngeksis dulu ya...




hmm....sate satee....

Mulai bungkus-bungkus yuk...

Cepet-cepet udah siang tante. :)

Alhamdulillah.....serangkaian kegiatan telah dilalui...ditutup dengan acara pengajian bersama anak-anak yayasan dan sebagian karyawan....
Semoga apa yang dilakukan hari ini berkah dan dapat merayakan kembali di tahun depan, yang pastinya lebih baik lagi. Semoga selalu istiqomah di jalan Allah SWT dan senantiasa berguna bagi banyak orang. Aamiin....

Monday, 22 September 2014

Septiyan's Wedding

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Barakallohu lakuma wabaraka 'alaikuma wa jama'ah bainakuma fii khoir....Untuk kesekian kalinya menyanyikan lirik lagunya Maher Zain. Sebuah lirik yang merupakan doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW untuk mendoakan sebuah pernikahan. This is Septiyan's wedding. Congrats ya sayaaangg....a member of Pandawi has just married. That's right, we are five sisters that have friendship like siblings. Jika dalam cerita Mahabarata ada Pandawa, yaitu kelima putra Pandhu yang semuanya laki-laki. Nah, kami ini 5 bersaudara yang semuanya perempuan, jadi kami menyebut persahabatan kami sebagai Pandawi. Hehee....sedikit memaksa, tapi penuh makna.

Selamat sayaaang....you have choosed a good day for your special moment. Selamat ulang tahun juga karena tgl 13 September adalah ulang tahunmu. Ulang tahun dengan hadiah pernikahan. What a special and great prize.

Septiyan dan Fathur

Duhai senangnya pengantin baru
duduk berdua bersenda gurau
jjiiiaaah...malah nyanyi
Haduuuh Septiyan.....your photos make me envy.... You're look so happy and I want so. Please pray for me, hope I will feel that moment as soon as possible. Aamiin....doanya maksa yee...

Beserta pager ayu dan putri domas kembar

Bersama pandawi

Yupz....
kami adalaah....
PANDAWI
Eni, Wiwi, Tiyan, Norma, Fero

Waah...ramai sekaliiii.....

Seperti biasa, menghadiri resepsi pernikahan sahabat sudah pasti menjadi ajang reuni. Senang sekali rasanya berjumpa dengan mereka, jika tidak ada acara seperti ini belum tentu kami bisa meluangkan waktu untuk berkumpul. Bertemu memang bisa, tetapi dengan personel yang lengkap seperti ini sangat sangat sulit. Yah, walaupun setelah ini justru kami akan tambah susah untuk berkumpul karena Septiyan sudah menikah. Tapi pasti ada waktu, akan ada saat di mana kami berkumpul semua seperti ini.

Pandawi.....
Teringat kembali saat kita sama-sama mengikuti kemah Saka Bhakti Husada. Rasanya baru kemarin, ternyata itu sudah 6 tahun yang lalu. Wkwkwk....kocak, ternyata sudah berumur ya....Mba Norma yang paling jago jika bertugas di dapur umum, yang belakangan keahliannya menurun kepada kami (khusunya aku dan Wiwi), Septiyan yang pernah cinlok sama anggota Saka yang lain, Eni yang selalu jadi idola karena kamu sangat cantik say, seperti Arumi Bachsin mungkin, Wiwi yang pernah menghebohkan dunia kuliner gara-gara memasak dengan campuran bensin, dan pastinya aku yang jadi anggota terbaik dan sering menjadi wakil angkatan kita untuk acara bergengsi. Hahaa....yang ini super duper maksa....Tapi itu semua adalah kenangan kita, kita pernah saat itu sangat menderita karena dalam kegiatan harus bangun super pagi dengan pendidikan mental yang berat. Semuanya itu sangat menyenangkan, tidak mungkin terlupakan kan. 

Alhamdulillaah....Selamat menempuh hidup baru ya Septiyan dan Fathur. Sesuai dengan doa di awal tadi yang artinya "Semoga Allah memberkahi kalian berdua dan memberkahi atas kalian berdua, dan menghimpunkan kalian berdua dalam kebaikan." Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah. Aamiin....

Purwokerto, 14 September 2014.
Septiyan-Fathur wedding.




Monday, 8 September 2014

Sunday: Gerak Serayu DAM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Niat awalnya adalah ke acara pernikahan teman. Our beloved friend just married, Qoriatul Anief Agustina. Congrats ya Anief dan Aji, barokallohu lakuma wabaroka alaikuma waljamaah bainakuma fii khoir. Jadi keluarga samawa ya Anief...Aamiin....

Tapiii....sayang sekali rasanya jika langsung pulang ke rumah masing-masing. Karena kita sudah berkumpul seperti ini. Sepulang dari acara pernikahan Anief, kami memutuskan untuk mampir ke Bendungan Gerak Serayu, Kebasen. Karena kebetulan untuk pulang bisa melewati tempat tersebut. Senangnyaaa....karena selain ke objek wisata bendungan, saya pribadi bisa melihat kereta api yang lalu lalang. Kenapa? Ya, saya sangat excited dengan kereta api. Hal yang sudah tidak asing lagi bagi teman-teman saya, dengan kata lain mereka sudah sangat terbiasa dan maklum dengan sikap saya ketika melihat kereta (sedikit kekanak-kanakan-red). Namun, saya tidak berhasil mendokumentasikan kereta yang lewat, sayang sekali. Tapi tak apalah, toh masih bisa mendokumentasikan keasrian Bendungan Gerak Serayu dari berbagai sudut.

Kurang lebih seperti inilah suasana di bendungan. Mungkin hampir semua bendungan seperti ini ya. Hehee...Foto-foto ini diambil tepat di atas bendungan, jadi dari sini kami bisa melihat air yang dibendung, kemudian dilepas sedikit lewat pintu air di arah lainnya. Ada sampah yang terhenti karena pintu air tertutup, tidak saya ambil gambarnya karena akan merusak pemandangan. Jika saja ada alat yang bisa dipakai untuk mengambil sampah tersebut mungkin akan saya ambil (sok heroik).



Trio unthuluwukz
Welly, Chui Wie, Fero

Chui Wie
Welly....
Biasa dipanggil budhe. ^_^

Tempat kami berdiri ini adalah jembatan kecil yang biasa digunakan oleh para pengguna sepeda motor maupun pejalan kaki untuk menyeberang bendungan ke sisi seberang. Karena bukan hanya para wisatawan yang ada di sana, tetapi masyarakat umum yang memang sengaja melewati bendungan untuk menuju daerah tujuan, karena di seberang bendungan ada banyak desa. Jembatannya sangat sempit, jadi ketika ada yang hendak melewati jembatan tersebut, orang di sisi seberang harus antree menunggu. Mungkin seperti ekspresi saya di bawah ini, saya hendak menyeberang, tapi di sisi kiri saya sepeda motor terus saja lewat.

Seperti antre di toilet :D
Ekspresinya ga jelas
Wiwi kenapa, Fero liat apa, Budhe eksis

Sikhas buka dong maskernya...

Serasa naik kapal Titanic. ^_^

Minggu yang singkat....
Rasanya baru sebentar saja, ternyata hari sudah sore.
Akhirnya kami memutuskan untuk segera pulang.
Sudah ngantuk juga karena biasanya Minggu waktunya untuk tidur.
Hehee....
Semoga masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama orang-orang tersayang.
Aamiin....

Saturday, 30 August 2014

Birthday Post

This is about birthday post. Hehee.....yang lagi ultah kepingin eksis...
Tepatnya teman-teman Salsabila yang ultah. Setiap kali ada yang ultah sudah pasti ada birthday cake yang menyambut, tiup lilin, selanjutnya dinner. Waaah......all of us are happy. Jadi tidak hanya yang ultah yang happy, tapi semua ikut kebanjiran berkah. Insha Allah....

Bunder's birthday
Fahmi's birthday

My birthday
Mba Wulan's birthday
Mba Sikur's birthday
Kalian lagi. Dedek's birthday

Segala ekspresi. hehee...
Cciieee....cciiieee....

Oke guys....Happy birthday to all of us.
Thanks Allah for everything.
Hope the next will be barokah, God bless us.
Keep istiqomah in Allah SWT. Always be better muslimin and muslimah.
Aamiin....
Love you all.

Friday, 29 August 2014

Nilai C itu rasanya...

Kemarin itu baru saja pembagian Kartu Hasil Studi (KHS) semester genap. Dan...ada satu mata kuliah yang nilainya tidak sesuai harapan, lebih tepatnya tidak sesuai perkiraan. Karena saya merasa bisa (bukan berarti sombong) lho ya...Sebenarnya itu mata kuliah untuk tahun depan, tapi karena sks yang saya ambil masih kurang, jadilah mata kuliah itu saya ambil di semester genap kemarin.

Rasanya memang lumayan bersusah-susah saat menjalani kuliah tersebut. Di awal pertemuan bu dosen sudah mewanti-wanti bahwa beliau tidak suka kepada mahasiswa yang mengambil jatah 24 sks dan masih semester awal sudah mengambil mata kuliah yang beliau ajarkan. Lumayan berpikir keras untuk mencerna kalimat itu. Secara lah ya, bukannya seneng ya kalau mahasiswanya pintar jadi cepat selesai. Mungkin beliau bukan tipe yang seperti itu. Whatever lah ya bu...

Selanjutnya, jadwal kuliah pun dirubah yang tadinya sore menjadi pagi. Bagi saya itu mengganggu, karena saya memang sengaja mengambil kuliah yang sore agar pagi dan siang saya fokus bekerja. Nah, jika sudah seperti ini saya tidak bisa melawan. Sebagian besar teman sekelas saya sudah pasti setuju kelas dirubah jadi pagi, secara mereka di pagi dan siang tidak ada kesibukan. Alhasil selama satu semester saya selalu ijin dari kantor untuk mengikuti kuliah pagi. Tidak jarang saya jadi bolos kuliah karena saking tidak enaknya tiap Jumat ijin untuk kuliah. Luar biasa kan perjuangannya... Alhamdulillaah...

Saat mengerjakan UTS saya merasa bisa, apalagi ketika UAS. Menurut saya, tidak ada kendala saat mengerjakan soal ujian saat itu. Tugas juga saya kerjakan dan kumpulkan. Dalam proses mengerjakan tugas itu saya lakukan dengan sepenuh hati. Hehee.... Karena biasanya sering copas dari internet, tapi ketika mengerjakan tugas matkul tersebut saya benar-benar bersemangat. Literaturnya lengkap, sumbernya juga jelas, analisisnya juga dari saya sendiri. Benar-benar saya kerjakan dengan sepenuh hati. Jadi semakin yakin bahwa besok pasti nilainya bagus. Entah ini sombong atau apa, tapi menurut saya ini lebih seperti berhusnudzon (berprasangka baik) dan optimis.

Tapi kenyataan berkata lain, saya mendapatkan nilai C. Meskipun kakak kelas banyak yang telah memberi tahu saya bahwa dosen tersebut sangat pelit terhadap nilai, tapi saya tetap optimis. Namun apa boleh dikata, nilai sudah keluar dan ternyata tidak sesuai harapan dan perkiraan. Down sudah pasti, kecewa, sedih, rasa tidak percaya, tidak ada lagi prasangka baik.

Saya dan teman saya berinisiatif untuk konfirmasi nilai, karena ada dorongan dari dosen lain. Itu adalah hak mahasiswa untuk memperoleh kejelasan mengenai nilai yang diperoleh. Hak untuk mendapatkan koreksi, dan juga untuk mengajukan keberatan jika merasa bisa dalam mengerjakan ujian. Tapi itu semua kembali lagi kepada dosen pengampunya. Karena setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Walaupun sebagai dosen, seharusnya lebih objektif dan terbuka terhadap mahasiswa. Ketika saya dan teman saya mengajukan konfirmasi, ternyata memang sudah tidak bisa dirubah lagi. Ya sudahlah...

Akhirnya saya harus bisa menerima keputusan itu. Kita boleh berencana tapi tetap Allah yang Maha Menentukan. Tidak ada yang kebetulan, semua sudah diatur dengan sempurna oleh yang Maha Berkehendak. Tidak ada yang meleset dari perkiraan-Nya. Ada teman yang terlihat usahanya tidak terlalu getol, dia juga tidak mengumpulkan tugas, tetapi nilainya aman, tidak ada nilai C. Saya sempat cemburu, tapi akhirnya saya sadar. Mungkin usaha saya masih kurang dibandingkan dia, mungkin doa dan sedekah saya masih kurang.  Mungkin saya masih sering lupa, mungkin masih banyak kewajiban yang belum saya kerjakan, mungkin saya terlalu sombong. Astaghfirullohal'adzim....semoga dengan cobaan ini semakin meningkatkan ketaqwaan saya terhadap Allah, jangan pernah berhenti bersyukur, bersyukur tanpa syarat, selalu berusaha yang terbaik, selalu berfikir positif. Allah mengikuti prasangka hamba-Nya.