Showing posts with label Outing. Show all posts
Showing posts with label Outing. Show all posts

Wednesday, 19 August 2015

1000 Tenda di Gunung Prau

Dahsyat dan fenomenal kaya Sambellayah
kertasnya dibawa pulang kok...
jadi gak nyampah....

Kenapa postingan kali ini judulnya 1000 Tenda di Gunung Prau? Dahsyat banget kan judulnya.....jadi gini, kemarin seminggu sebelum puasa kami tracking ke Gunung Prau, niatnya buat refreshing pasti. Kami memang sudah menduga pasti rame, tapi ternyata bukan cuma rame, sangat rame banget......Pas rombongan kami sampai di posko pendakian, dikabarkan yang mendaki sampai jam 00.00 sudah mencapai 5000 pendaki. Gile lu Ndrooooo.....begitulah, banyak tenda yang didirikan di puncak Gunung.....Dahsyat dan fenomanal seperti Sambellayah.

personel lengkap
ada padang ilalang yang lumayan luas




















Lihat kan.....ada begitu banyak tenda yang didirikan di sana. Sungguh baru pertama kali melihat puncak yang penuh dengan tenda. Mungkin sekarang mendaki bukanlah suatu hobi yang jarang dan susah, anak kecil bahkan banyak juga yang mendaki. Tapi harus selalu ingat ya teman, bahwa tujuan mendaki bukanlah untuk menuju puncak saja, tetapi yang paling penting adalah mendaki untuk pulang. Ya, tujuan utama mendaki adalah untuk pulang dengan selamat. Karena setelah sampai di puncak, perjuangan belum selesai, kita masih harus berjuang dan bertahan agar bisa pulang. Jika tujuannya hanya puncak, maka ketika di tengan perjalanan merasa tidak mampu atau sakit, kita akan cenderung memaksakan diri untuk sampai di puncak. Padahal, jika kita memikirkan keselamatan, tentu akan mengutamakan kondisi fisik, sehingga ketika dirasa sudah tidak mampu, alangkah baiknya istirahat atau kembali.

Tidak ada kekurangan jika kita membicarakan ciptaan Allah SWT. Gunung Prau sungguh indah, sunrise-nya mengagumkan, pemandangan alamnya menyegarkan mata, udaranya dingin di malam hari dan sejuk di siang hari. Masya Allah.....sungguh indah ciptaan Tuhan...Jika ada kekurangan, pasti itu adalah karena ulah manusia.

Ya, manusia memang unik, apakah itu sebuah ketidakpedulian atau karena sebuah ekspresi. Mereka jauh-jauh, bersusah payah untuk mencapai puncak, menahan lelah dan dingin yang menusuk tulang di malam hari. Berjuang melawan angin malam ketika mendirikan tenda. Rasa bahagia pasti dirasakan oleh setiap pendaki ketika sampai di puncak. Tapi, ketika di pagi hari kami mendapati banyak sampah berserakan di sekitar tenda milik sesama pendaki. Dalam hatiku berkata dan mengeluh, "apakah ini sikap pecinta alam?". Karena bagiku pecinta alam tidak akan merusak alam, mencintai berarti juga memelihara dan menjaga. Tentu saja berbeda bagi mereka yang mendaki hanya sekedar agar terlihat keren, mungkin bagi mereka ketika bisa berfoto di puncak dan memamerkan di media sosial sudah menunjukkan kebanggaan maka itu sudah cukup. Tapi bagi pecinta alam sejati, menjaga alam lebih utama, mengambil foto tentu boleh, tapi tetap sebagai pecinta yang tidak hanya sekedar penikmat kita harus memeliharan agar alam ini tetap seimbang dan dapat dinikmati oleh pecinta yang lain. Keren kan kata-katanya......Ketika kita menikmati alam, kita juga harus sepenuhnya sadar bahwa ada banyak orang yang ingin menikmati juga. Maka kita berkewajiban menjaga agar alam ini tetap indah, karena alam bukan hanya untuk aku dan kamu saja, alam untuk semua.Sungguh egois ketika kita tidak membiarkan orang lain untuk menikmati alam seperti yang kita nikmati.

Sengaja tidak kami tampilkan gambar-gambar sampah yang berserakan, karena sungguh miris menyaksikan tingkah polah mereka yang tidak bertanggung jawab. Sampah tidak hanya kami temukan di sekitar tenda, ternyata di sepanjang perjalanan pulang (jalan yang sama ketika kami mendaki) ada banyak sampah plastik. Insya Allah dengan senang hati kami pulang dengan memunguti sampah yang bisa kami jangaku. Karena ada beberapa sampah yang jatuh jauh dari jangkauan kami. Anehnya ketika kami memunguti sampah, mereka hanya memandang dan tidak ada yang meniru untuk memunguti sampah juga. duniaaa duniaaa......
Sudahlah, cukup membahasnya....

Intinya adalah mari cintai alam dengan baik, sebagai salah satu wujud syukur dan kecintaan kita kepada Allah SWT.....Seharusnya ketika mendaki dan menikmati ciptaan Allah, akan semakin menambah rasa syukur dan kecintaan kepada Allah SWT.




Friday, 10 April 2015

Dahsyatnya Curug Cipendok

Aaaaaa.......judulnya telat nge-post nih....
Jadi ceritanya bulan lalu tepatnya 15 Mar 2015, kami adventure ke salah satu waterfall (istilah belandanya curug) di Banyumas, tepatnya di Kecamatan Cilongok. Sebenernya ini bukan yang pertama kali, tapi gak akan pernah bosan untuk menikmati ciptaan Tuhan, Selalu ada kesan yang berbeda dengan siapapun kita pergi. 

Minggu lalu aku pergi bareng temen-temen kantor. Awalnya ada rekan kerja baru yang asal Jogja searching mbah google tempat wisata di Banyumas. Alhasil secara gak sengaja dia nemu yang namanya Curug Cipendok. Dan dia maksa banget pengen diajakin main, ibarat anak kecil dia udah ngerengek-rengek hampir nangis gitu. Ya berhubung kami baik hati dan berjiwa ke-bapak-an ke-ibu-an, yasudah akhirnya diputuskan hari Minggu gooo......

Biasa banget kan, kenyataan gak seindah rencana (jadwal ngaret). Janjian ngumpul jam 7 pagi langsung go, uda dibela-belain dari kampuang nan jauh di mato gak sarapan, eeeeeh....nyampe di lokasi kumpul baru ada segelintir orang. Ya ampuuun.....tapi di situlah serunya. Entah jam 8 atau setengah 9 kami baru bener-bener lepas landas. Bismillah.....we're ready go....

Sayang banget perjalanan menuju curugnya gak diabadikan. Maklum lah ya, kami terlalu konsentrasi untuk menaklukkan jalan yang berliku naik-turun bergelombang tidak rata banyak lubang di sana sini. Yah, di situlah ada seleksi alam. Karena sangat dibutuhkan skill berkendara yang yahuuud dan juga kondisi kendaraan yang oke....Daaan....si Ninja (nama motorku) tampil gagah berani nan lincah, tanpa mengeluh sedikitpun sampai di tempat tujuan dengan selamat. Alhamdulillah.....Pas aku nengok ke belakang, buseeet penumpang masing-masing motor kok jadi berubah gitu. Ternyata banyak yang gak kuat. Hwehehee....

Beginilah penampakkan kami di parkiran Curug Cipendok. Masih harus berjalan sekitar 10 menit untuk menuju lokasi. Tapiii....kalo sambil beraksi jadi model, foto sana sini ya mungkin bisa setengah jam kali. Hahaa....

Absen duluuu....
Kakak Eko, Mba Wiwi, Apriel, Mba Syair, Aku, Cimuun,
Mba Anin, Dedek, Mas Ari, Gendut, Dedek Ais
Lihatlaah....berbagai macam gaya kannn....ada yang kayak mau ke gunung, ada yang mau kuliah, ada yang kayak anak metropolitan, ada yang mau ngaji. Hahahaa....itulah Indonesia....berbeda-beda tetap satu jua.....
Jadiii yang pake celana pramuka tuh aku. Nampol banget kan gayanya. Wkwkwk.....berasa mau kegiatan pramuka-an yee....Kalo kemarin si temen-temen bilang kaya pembawa acara yang di Jejak Petualang. hahaa...makasi makasii,,,....

Mulai menapaki jalan yang menanjak
nan berliku
Iya....ini sama mba Wiwi...

Sambil jalan menuju lokasi, biasa lah foto-foto dulu ya kan...
Alhamdulillah....sampailah kami di tempat tujuan...suara airnya bener-bener dahsyat. Dari jarak beberapa meter bahkan sudah jelas banget. Ya maklum, curugnya kan guedheee.... Airnya bahkan mengenai kami yang sedang berpose, asik bangeeet....


Kakak Eko mana....di manaaa di manaaa....

Dari belakang nanpak seperti para death eather
#IYKWIM
Lihat ekspresinya Gendut,hahaa...

Main air dulu biar komplit




Makannya di Sate Banaran

Dipublish ataupun tidak, yang namanya abis jalan-jalan pasti endingnya apaa?iyaa makaan....wajib itu. Apalagi setelah menempuh perjalanan yang panjang, menanjak dan turunannya ga sebanding dengan tanjakannya. Rasa lapar sudah pasti menghinggapi tubuh ini. hahaa....Akhirnya kami singgah di warung sate yang menurutku uenaaak bangeeet. Kode biar ditraktir lagi sama kakak Eko nih. wkwkwk.... Kenapa yang difoto cuma mereka berdua? karena fotografernya aku, dan yang lain lagi sholat dzuhur....

Alhamdulillah.....luar biasa sekali tadabbur alamnya.....Semoga senantiasa menambah rasa syukur kita atas kebesaran Allah SWT, Tuhan semesta alam. Semoga semakin mempererat jalinan silaturahmi di antara kami. Aamiin....

Ayoook.....kapan kita ke mana lagi? ^_^



Wednesday, 29 October 2014

Menganti Beach

When the sun shine so bright, beach is the right place for spending the time. White sand, blue water, and sunshine give the peacefulness for relaxing body and soul.

Jalan-jalan yuk jalan jalan......!!!
Pengen ngerefresh otak biar penatnya ilang. Padahal besok ada ujian, yasudah pasrah deh kalo diajakin main. Wkwkwk.....ngeles. Setelah sms sana-sini, bbm ke sana ke mari, akhirnya berhasil mengumpulkan para makhluk ini. Makhluk-makhluk yang udah ngebet banget pengin liat laut. Hohoo....Sepakat buat berangkat jam 08.00, tapiiii ngaretnya 1 jam. Alhasil jam 09.00 kami baru meluncur dari Banyumas. Ini dia penampakan kami menjelang keberangkatan.....

Bismillaah....mari kita kemon...
#mytripmyadventure
Bismillaahirrohmaanirrohiiim.......semoga dilancarkan dalam perjalanan, senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin....Karena ber-5, jadilah ada satu makhluk yang sendirian aja, gak ada yang bonceng, gak ada temen ngobrol, gak ada yang bisa diajak becandaan di sepanjang jalan. Yang pasti gak ada yang bisa gantiin, jadi bolak-balik ya sendirian aja. Agak khawatir juga si liat Simun sendirian gitu. Apalagi pas melewati jalan yang berliku tajam, tanjakan dan turunannya curam. 

Alhamdulillaah.....sampailah kami di Pantai Menganti, Karang Duwur, Kebumen. Subhanallah.....tak henti-hentinya kami takjub akan kebesaran Allah yang telah menciptakan alam seindah ini. Luar biasa.....Lautan yang terhampar sangat luas, yang tersembunyi di balik bukit dan pegunungan. Lihatlah pose kagum kami ini. Sungguh, hal ini menambah kecintaan kami kepada Allah SWT. Tuhan semesta alam, yang Maha Menciptakan.
Langsung saja ambil kamera, pose di sana sini (tentunya dengan tak henti-hentinya berdecak kagum). Serasa pengen ambil gambar di mana-mana, karena semuanya indah. Wkwkwk....Tapi yang paling penting nih, kami merasa harus menunjukkan identitas kami, jati diri kami yang sebenarnya, kebanggaan kami. Jjjiiiiaaah.....jijay banget bahasanya. Ehem ehem.....jadii kami ini adalah rombongan ibu-ibu majelis ta'lim Al Mukaromah. Hehee.....bukan deeeng.....Kami ini sangat menjunjung persatuan dan almamater kami. Ya, kami punya kelompok yang namanya "Count Community". Apa itu? Ini adalah kelompok sejak kami sekolah, ini menunjukkan kelas kami, karena selama 3 tahun kami selalu satu kelas, accounting 1 community. Eeeaaaa.....Jadiii langsung saja jepret sana jepret sini pake kaos kebanggaan....

Edisi terpukau...
Subhanallah...indahnyaa....
hamparan lautan yang luas
Walaupun panas
tetep ngeksis....
Kalian tau bolang? Itu lho acara yang menampilkan cerita kehidupan anak yang biasanya ada di daerah pedesaan atau pedalaman, yang biasanya anak-anak kota gak tau. Entahlah apa mereka emang bener-bener gak tau atau hanya pura-pura. Nah dulu acara ini ditayangin di TransTV apa Trans7 ya. Lupa deh. Yang jelas anak yang jadi tokoh utamanya itu ditunjuk dari desa setempat dan dikasih tas warna merah. Lihat foto ini. Adakah yang mirip dengan gambaran tadi? Hahaa....ya begitulah, Ada yang jadi bolang di sini. Hohoo....promosi diri sendiri.
Inilah kegiatan bolang selama seharian....cekidot.

Yoo...mbolang bingit...
lihatlah tas merah itu.

Nah, aku paling ga bisa liat sampah berserakan di mana-mana, apalagi yang namanya sampah plastik. Ggggrrrr.....rasanya pengen marahin mereka satu-satu yang dengan seenaknya buang sampah terus ditinggalin gitu aja. Mungkin mereka khilaf, atau memiliki kecenderungan semacam sifat bawaan atau kecanduan untuk selalu membuang sampah sembarangan. Bisa dipastikan hampir 80% yang berkunjung ke Menganti adalah mereka yang sedang berpacaran. Aku ambil kesimpulan gini, mereka pacaran, berduaan, di jalan mampir alfamart, beli jajan berbungkus plastik (takut kelaparan mungkin), di pantai berduaan, makan cemilan, terbawa suasana, sampahnya asal dibuang gitu aja, panas banget, pulang, gak mikirin tadi telah melakukan tindak pidana pencemaran lingkungan. Beeuuh....bahasanya. Ya walaupun nilai makul Hukum Lingkungan aku cuma bisa dapet C, bukan berarti aku bodoh di bidang itu, atau sama sekali tidak peduli. Jusrtu aku heran kenapa bisa dapet C, secara aku pecinta lingkungan banget. (Terusin aja Fe pembelaannya....)

Yasudah aku memilih menyerah untuk mengabaikan. Alhasil, itu sampah-sampah aku pungutin pake tanganku yang halus, lembut, dan bersih ini. Gak peduli juga banyak pasangan yang liat aksi pungut sampah ini. Dan anehnya mereka gak ada yang bantu. Ya gak apa-apa juga si, gak butuh dibantu juga. Karena aku ingin pantai ini tetap indah dan selalu indah, tanpa ada yang mencemari. Baik itu mencemari airnya atau lingkungan di sekitarnya.

Aksi pungut sampah
Itu lihat...tangan kanan pegang apa?#sampah
Yah, begitulah. Aku juga heran, kenapa pungut sampah pake kacamata juga. kenapa gak dilepas aja. Maksudnya apa? Biar tetep eksis? Apa biar keren? Menurutku si lebih keren aksi pungut sampahnya daripada aksi pake kacamata ala Syahrini atau malah TKW yang baru pulang dari Arab. Yang pasti, aku seneng bisa bermanfaat bagi banyak orang. Semoga juga apa yang aku lakuin di sana bermanfaat.

Beeeuh....panas2 es klamud
segeerrrr....


Ini dia, ini ni, yang begini ini ni....TELOR RAJAWALIIIIIII........I'm comming......Jangan dibayangin itu telor beneran ya? Bayangpun rajawalinya seberapa, telornya pasti juga seberapa. Jadi aku itu terbiasa nyebut buah semangka dengan nama telor rajawali. Kebetulan ini buah kesukaanku. Suka banget...suka suka suka. Seberapapun aku makan itu buah, gak ada bosennya. Ya paling efek sampingnya abis itu bakalan bolak-balik ke toilet (pepsi gitu). Secara semangak itu mengandung banyak air. Nah, berhubung ini jalan-jalan ke pantai, sudah pasti banyak banget yang jualan semangka di pinggiran jalan. Kami pulang dengan route yang berbeda dengan saat kita berangkat. Melewati sawah yang OMG ditanemin buah yang super enak, super seger, super besar. Adalah, ialah, yaitu semangka. Wkwkwk....Mungkin ini surga dunia....Panas-panas, ada semangka...Gak bisa nahaaan....pasrah deh, tuh semangka manggil-manggil mulu. Mari kita nikmati bersama semangka dari kebunnya...Alhamdulillah....Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan.

Buah yang sangat fenomenal
telor rajawali aka semangka

Alhamdulillaah.....hari yang sangat menyenangkan, penuh rasa syukur. Bersyukur tanpa syarat tanpa batas atas semua yang telah Allah SWT berikan. Alam yang indah sebagai wujud kebesaran Allah SWT, sudah seharusnya kita jaga agar tetap indah. Sebagai wujud dari rasa syukur kita yang nyata, tidak hanya di bibir saja. Bersyukur atas nikmat sehat dan sempat ini, sehingga kami bisa berkumpul untuk jalan-jalan bersama. 
"Kawan, walaupun kita sudah berpencar-pencar dengan kehidupan masing-masing, lihatlah masih ada kesempatan untuk kita berkumpul seperti ini. Semoga ikatan silaturahmi ini semakin kuat". Aamiin.....
Love you all...

Monday, 8 September 2014

Sunday: Gerak Serayu DAM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Niat awalnya adalah ke acara pernikahan teman. Our beloved friend just married, Qoriatul Anief Agustina. Congrats ya Anief dan Aji, barokallohu lakuma wabaroka alaikuma waljamaah bainakuma fii khoir. Jadi keluarga samawa ya Anief...Aamiin....

Tapiii....sayang sekali rasanya jika langsung pulang ke rumah masing-masing. Karena kita sudah berkumpul seperti ini. Sepulang dari acara pernikahan Anief, kami memutuskan untuk mampir ke Bendungan Gerak Serayu, Kebasen. Karena kebetulan untuk pulang bisa melewati tempat tersebut. Senangnyaaa....karena selain ke objek wisata bendungan, saya pribadi bisa melihat kereta api yang lalu lalang. Kenapa? Ya, saya sangat excited dengan kereta api. Hal yang sudah tidak asing lagi bagi teman-teman saya, dengan kata lain mereka sudah sangat terbiasa dan maklum dengan sikap saya ketika melihat kereta (sedikit kekanak-kanakan-red). Namun, saya tidak berhasil mendokumentasikan kereta yang lewat, sayang sekali. Tapi tak apalah, toh masih bisa mendokumentasikan keasrian Bendungan Gerak Serayu dari berbagai sudut.

Kurang lebih seperti inilah suasana di bendungan. Mungkin hampir semua bendungan seperti ini ya. Hehee...Foto-foto ini diambil tepat di atas bendungan, jadi dari sini kami bisa melihat air yang dibendung, kemudian dilepas sedikit lewat pintu air di arah lainnya. Ada sampah yang terhenti karena pintu air tertutup, tidak saya ambil gambarnya karena akan merusak pemandangan. Jika saja ada alat yang bisa dipakai untuk mengambil sampah tersebut mungkin akan saya ambil (sok heroik).



Trio unthuluwukz
Welly, Chui Wie, Fero

Chui Wie
Welly....
Biasa dipanggil budhe. ^_^

Tempat kami berdiri ini adalah jembatan kecil yang biasa digunakan oleh para pengguna sepeda motor maupun pejalan kaki untuk menyeberang bendungan ke sisi seberang. Karena bukan hanya para wisatawan yang ada di sana, tetapi masyarakat umum yang memang sengaja melewati bendungan untuk menuju daerah tujuan, karena di seberang bendungan ada banyak desa. Jembatannya sangat sempit, jadi ketika ada yang hendak melewati jembatan tersebut, orang di sisi seberang harus antree menunggu. Mungkin seperti ekspresi saya di bawah ini, saya hendak menyeberang, tapi di sisi kiri saya sepeda motor terus saja lewat.

Seperti antre di toilet :D
Ekspresinya ga jelas
Wiwi kenapa, Fero liat apa, Budhe eksis

Sikhas buka dong maskernya...

Serasa naik kapal Titanic. ^_^

Minggu yang singkat....
Rasanya baru sebentar saja, ternyata hari sudah sore.
Akhirnya kami memutuskan untuk segera pulang.
Sudah ngantuk juga karena biasanya Minggu waktunya untuk tidur.
Hehee....
Semoga masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama orang-orang tersayang.
Aamiin....

Saturday, 23 August 2014

Dieng, Wonosobo

Sebenarnya sudah setahun yang lalu, tapi saya ingin berbagi tentang perjalanan saya dan teman-teman. Semoga kalian berkenan...
Mungkin sekitar setahun yang lalu, yaitu Ramadhan 1434H (di foto juga sudah tertera). Hehee.....Saya dan teman-teman kantor saya traveling ke Dieng. Sebenarnya banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi, tapi karena keterbatasan waktu (liburnya terbatas) kami hanya sempat mengunjungi beberapa saja. Ya, saat itu adalah bulan Ramadhan, niat sekali ya puasa jalan-jalan. Namanya juga traveling, puasa tak akan mengurangi kesenangan kami saat berada di sana.

Kami berangkat dari Purwokerto sekitar pukul 10.00 wib menggunakan mobil rental, sampai di sana sekitar waktu sholat Ashar (di jalan berhenti beberapa kali) dan kami juga sempat mengunjungi satu objek wisata selama perjalanan. Setelah sampai kami langsung menuju guest house yang sudah kami pesan sebelumnya, tidak mahal untuk ukuran orang sebanyak ini, dengan fasilitas yang bagus juga.

Di depan penginapan
Inilah penginapan kami. Kami bersiap menuju obyek wisata Telaga Warna. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap, tapi tetap saja kami ke sana meggunakan mobil. Berikut ini adalah foto-foto kami di Telaga Warna yang indah nan menawan. Saya harap kalian tidak bosan karena fotonya lumayan banyak. Kami mengambil banyak gambar di sana.

Pintu masuk Telaga Warna

Memandang telaga yang Indah

Sebentar bersama foreigner
Saya dan Mba Mega (mereka bilang kami mirip)

Fero
Bunder (mba Sari)

Di balik pohon asik juga.

Mungkin bergelantungan aja lebih oke. Pfffft...

Sok kemodel-modelan

Bersama mba Mega (gak mirip kan?)

Menuju jalan yang tak berujung

Subhanallah...indah sekali.

Setelah puas melihat pemandangan Telaga Warna yang hijau, kami melanjutkan ke Kawah. Entah apa nama kawahnya saya lupa. Hehee...Tapi tidak kalah indahnya dengan obyek wisata sebelumnya. Berikut foto-fotonya....

Dilarang

Pose sebentar

Karena bau belerangnya sangat menyengat, kami hanya sebentar di sana. Kami memutuskan untuk menuju objek wisata selanjutnya, yaitu candi-candi. Ada Candi Gatot Kaca, Candi Arjuna, dan saudara mereka yang lain.

Candi

Mbaeh
Saatnya pulang

Mari pulaaanng.....besok harus bekerja lagi.
Alhamdulillaah....masih diberi kesempatan untuk menikmati karya ciptaan Allah SWT. Semoga semakin menambah rasa syukur kita akan keagungan Allah SWT, Tuhan semesta Alam, yang Maha Menciptakan, Sang pemilik alam semesta.


Friday, 22 August 2014

Pantai Wonosari, Gunung Kidul

Tidak banyak yang akan saya tulis, ini adalah perjalanan saya dengan sahabat-sahabat saya. Mereka adalah teman sedari SMP dulu. Tempat yang kami kunjungi adalah pantai di Wonosari, daerah Gunung Kidul, Jogjakarta. Ada banyak pantai di Wonosari, di sepanjang daerah sana hampir semuanya pantai. Saya coba untuk menyebutkan satu persatu, yaitu Wedi Ombo, Baron, Siung, Indrayanti, Krakal, dan masih ada beberapa lagi saya tidak ingat betul. Tapi memang jarak antara pantai satu dengan yang lainnya tidak jauh, hanya menyisiri sepanjang jalan itu, kita dapat singgah di beberapa pantai yang mempesona.

Terkejut memang, mengingat Gunung kidul itu adalah gunung. Tak pernah terbayang di gunung akan ada pantai. Subhanallah...tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. Semua hal di luar nalar kita sangat bisa Allah ciptakan. Semoga semua ini menambah rasa syukur dan cinta kita kepada Allah SWT. Aamiin....

Kunjungan pertama kami, pantai Wedi Ombo
Empat Sekawan

Pantai Wedi Ombo

Zendi, Hargi, Frandika, Fero, Melisa, Ryan
Jika saja kami membawa kail, pasti kami akan memancing di sana, karena ternyata banyak pemancing ya memancing di Panta Wedi Ombo. Apalagi banyak batu-batu yang bisa dijadikan pijakan, sangat cocok sebagai tempat untuk memancing.

Selanjutnya kami menuju Pantai Indrayanti, tetapi ternyata di sana sangatlah ramai. Bisa diibaratkan jika di Bali, Indrayanti hampir seperti Kuta yang tidak begitu privat. Alhasil, kami tidak jadi singgah dan melanjutkan penyisiran. Kami terpesona pada pantai di sebelahnya, yaitu Pantai Krakal. Akhirnya kami memutuskan untuk singgah dan bermain air. Anginnya sepoi-sepoi, sedikit ngantuk tapi sangat sayang jika melewatkan pemandangan indah yang terhampar di depan mata. Lepas sandal, bermain pasir, lanjut bermain air, ingin menangkap ikan juga. Aaah....menyenangkan sekali.

Pantai Krakal

Bukit pohon pinus di Pantai Krakal

Di atas Pantai Krakal
Di atas Pantai Krakal

Bersama sahabatku Hargi
Sebenarnya kami ingin ke Goa Pindul, tapi kami sudah lelah dan lapar. Masih ingin bermain, tapi ketika ingat perjalanan kami ke Purwokerto masih sangatlah jauh, niat itu pun kami urungkan. Mungkin lain waktu kami akan kembali untuk mengunjungi yang belum sempat terkunjungi. Insha Allah.....
Semoga masih diberi kesempatan untuk kembali menikmati salah satu ciptaan Allah SWT. Aamiin...