Showing posts with label Tentang Aku. Show all posts
Showing posts with label Tentang Aku. Show all posts

Thursday, 21 August 2014

Proud of You Girl

Her name is Vitri Isnaeni, 16 years old on April 2014. She is my little sister. She is 7 years younger than me. When I write this post, now she is in the 2nd class of senior high school. I call her 'Pipit'.

Alhamdulillah, now she wears hijab. When she was in the 1st class, she promised to start wear hijab in the 2nd class. She still learn to wear hijab, not perfect. But the intension is the most important thing. Girl, with that age you have found the desire for wearing hijab. I'm very proud of you.

And these are your hijab style. Hihii....style for high school student. The simple style for a simple girl. You look more honorable because your hijab.
I remember when the first time I wore hijab. When Ramadhan, two years ago I just started wear hijab. But you, wear hijab when you are still a student of high school. This mean you aware earlier than me.

With her friend, Almira

With her classmate

With her classmate

With her besties

Pinky girl

You are Pipit

I hope you will be an istiqomah muslimah that always wear hijab. Don't ever open your hijab in front of many people. Because this is identity for muslimah. That what makes us different. Let's make our hijab better and better, be syar'i hijaber. I'm proud of you, and I love you my sister. 

Tuesday, 19 August 2014

Sore Hari di Lapangan

Assalamu'alaikum....
Setiap mendekati hari proklamasi, masyarakat sering merayakan dengan kegiatan perlombaan sebagai perwujudan dari kegembiraan dan semangat juang yang diwariskan oleh para pahlawan. Hal tersebut juga dilakukan oleh masyarakat di desa saya. Tidak hanya perlombaan yang ditujukan untuk anak-anak dan pemuda, perlombaan ini bersifat umum yang artinya semua bisa ikut berpartisipasi. Dari anak-anak hingga orang tua banyak yang ikut serta meramaikan kegiatan perlombaan tersebut.

Sebenarnya sudah hampir seminggu kegiatan itu diadakan, tetapi baru hari Minggu saya bisa ikut serta menyaksikan. Alasannya karena dari Senin hingga Sabtu saya sibuk bekerja dan pulang sudah terlalu sore. Beginilah gambaran kegiatan perlombaan di lapangan desa saya. Hanya ini yang dapat saya tangkap, karena hari itu hanya perlombaan ini yang saya saksikan. Hehee...
Tapi ada pepatah lebih baik ada, walau sedikit daripada tidak sama sekali. #ngarang.

Lomba Tarik Tambang
Lapangan dipadati oleh masyarakat yang ingin menyaksikan perlombaan. Suara riuh, sorak-sorai para pendukung memadati arena lapangan yang biasanya digunakan untuk pemuda berlatih sepak bola. Jarang-jarang saya bisa ikut acara seperti ini, rasanya sungguh senang. Alhamdulillaah....
Sebenarnya selain lomba tarik tambang ada pertandingan lain, yaitu volly. Tapi sayang sekali saya tidak berhasil mengabadikan momen tersebut.

Sore hari memang sangat cocok untuk bermain dan bersantai. Semilir angin dan cahaya senja yang hangat menjadi nuansa tersendiri. Ya, sore itu saya mengajak adik, keponakan, serta anak tetangga, karena saya sangat menyukai anak kecil. Sangat senang melihat tingkah mereka.

Saya, Hafiz, Vina

Keponakan saya sangat menyukai bermain sabun. Hampir setiap kami bermain di lapangan, pasti jenis permainan ini yang dia pilih. Meskipun sebenarnya dia tidak begitu bisa untuk membuat gelembung-gelembung sabun itu. Jadilah saya mendampingi mereka bermain......Memberikan contoh dan ikut bermain.

Tiup yang kenceng tanteee...

Panji keyeeen...

Panji

Bersama Hafiz

Lucu sekali ya anak-anak itu....Serasa tak ada beban ketika bermain dengan mereka. Terkadang sampai tak ingat waktu kalau ternyata hari sudah mulai gelap. Damai sekali bersama mereka. Saya memang sering bermain dengan keponakan saya yang satu itu, tetapi jarang bersama anak-anak lain dan di tempat terbuka seperti di lapangan. Sehingga nuansanya tentu saja berbeda, dan itu sangat menyenangkan.

Yah...walaupun tujuan utama sebenarnya adalah acara lomba 17-an, jadi melenceng main-main sendiri. Tak apalah, essensi yang dicari kan kesenangan. Dan alhamdulillah, bermain bersama mereka sangat menyenangkan. Mungkin harus lebih sering membawa anak-anak ke arena terbuka, sehingga mereka bisa bermain sesuka hati.

Monday, 11 August 2014

Kami Adalah Sahabat

Minggu, 10 Agustus 2014

Alhamdulillaah, tepatnya kemarin saya baru saja melakukan reuni dengan sahabat-sahabat saya semasa SMP. Memang tidak banyak, hanya beberapa saja. Namun, mereka inilah yang sering mendampingi saya saat susah, dan sahabat yang sering menghabiskan waktu dengan saya walau hanya sekedar minum kopi. Bahagia sekali memiliki mereka. 

Tidak terasa sudah 8 tahun sejak kami lulus SMP, dan itu berarti kami sudah berteman selama lebih dari 8 tahun sehingga akhirnya kami bersahabat, mungkin jika dihitung-hitung sejak 12 tahun lalu kita mulai saling mengenal. Meski memang ada beberapa yang baru dekat dan akrab belakangan ini. Kami tidak langsung menjadi sahabat seperti sekarang. Ada beberapa yang memang sudah sejak awal dekat dan merasa cocok, tetapi kebanyakan justru baru dekat akhir-akhir ini. Selama ini kami hanya berteman biasa, bertemu saat ada waktu atau saat liburan. Namun karena intensitas dan kualitas dari pertemuan itu sendirilah yang membuat kami semakin hari semakin dekat. Dan rasa syukur karena memiliki mereka pun muncul.

Memang sahabat saya bukan cuma mereka, mereka pun juga mempunyai sahabat lain yang mungkin lebih dekat jika dibandingkan dengan saya. Sahabat mereka yang tidak saya kenal, ataupun sahabat saya yang tidak mereka kenal. Kami sadar karena tidak setiap waktu kami bisa berbagi satu sama lain, tidak selalu kami bisa bertemu walau hanya untuk mengobrol, tidak setiap waktu juga kita saling kirim pesan maupun mengobrol lewat telepon. Pada saat-saat itulah kami berbagi dengan sahabat kami masing-masing yang lain. Tapi saat kami bersama (walau terkadang topik pembicaraannya pun saya tidak tahu), saya bahagia. Saya menikmati setiap saat bertemu dengan mereka, berkumpul bersama, membahas cerita yang tidak penting hanya untuk kesenangan kami semata.

Inilah beberapa foto kebersamaan kami saat berkumpul kemarin. Kami jalan-jalan, makan bersama, ditutup dengan karaokean bersama (tapi saya sama sekali tidak ikut menyanyi. Hehee....). Tertawa bersama, celetukan yang lucu, obrolan tidak bermutu. Hahaha....bahagia itu sederhana.


Zendi, Frandhika, Fero, Hargi, Tata
Didon, Dedek, Bayu

Dan ini saat kami keliling berkunjung ke rumah teman-teman untuk bersilaturahmi saat lebaran Tepatnya labaran hari ke-2, Selasa 29 Juli 2014. Mungkin tingkah kami sedikit merepotkan tuan rumah, tapi kami yakin mereka pasti lebih merasa bahagia atas kedatangan kami. Hehehee....



Bonus tambahan, ketika mereka mendaki ke gunung Perahu, Dieng.



Alhamdulillaah...bersyukur memiliki mereka. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya, tapi selagi masih diberi kesempatan kami ingin selalu ada waktu untuk bertemu dan berkumpul seperti ini. Suatu hari nanti akan ada saat di mana kami memiliki dunia masing-masing yang harus dijalani. Iya kami sudah dewasa, suatu saat kami pasti akan menikah, cepat atau lambat. Tetapi saya berharap persahabatan ini tetap terjalin sampai kapanpun. Meski cara menghabiskan waktu bersama mereka pasti akan berbeda. Aku sayang kalian....

Friday, 8 August 2014

Edisi Lebaran #Latepost

Taqobbalallohu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Selamat hari Raya Idul Fitri 1435 H.....
Semoga di hari yang fitri ini kita senantiasa kembali kepada kesucian. Semoga kita dipertemukan kembali pada Ramadhan yang akan datang dengan lebih baik lagi dari Ramadhan kemarin. Aamiin...

Hari raya Idul Fitri adalah hari raya umat Islam setelah sebelumnya menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Selama satu bulan manahan haus dahaga, memperbaiki diri, menghindarkan diri dari tindakan yang dilarang, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seluruh umat muslim menyambut Idul Fitri dengan penuh kemenangan. Lebaran di Indonesia khusunya dimaknai dengan berbagai kegiatan. Selain sholat Idul Fitri, umat muslim Indonesia saling berkunjung ke tetangga dan sanak saudara untuk saling bermaaf-maafan. 

Momen lebaran dimanfaatkan untuk berkumpul keluarga, karena kebanyakan saudara mereka marantau ke ibu kota atau daerah lain. Sehingga di Indonesia dikenal istilah mudik yang setiap tahun menimbulkan kemacetan. Tapi sunggu saya sebagai masyarakat Indonesia sangat menikmati momen ini, meskipun macetnya terkadang manyulut emosi. Ketika mereka yang melakukan mudik lebaran kembali ke tempat perantauan pun kembali menimbulkan kemacetan. Sekali lagi saya sangat menikmati. Melihat mereka yang semangat sekali untuk bertemu keluarga di kampung halaman, melihat wajah-wajah bahagia mereka. Sungguh, sekali-kali saya ingin mengalami saat-saat mudik seperti mereka. Karena walaupun capek di perjalanan, semua itu akan hilang ketika kita bertemu dengan keluarga di kampung.

Seperti keluarga lainnya, keluarga saya pun berkumpul saat lebaran. Di hari-hari biasa tentu kami sibuk dengan aktivitas masing-masing, sehingga kita hanya bertemu saat pagi dan malam saja. namun saat lebaran semua anggota keluarga berkumpul dengan penuh kegembiraan. Setelah sholat Ied, kami ada acara sungkeman. Dimulai dari ibu sungkem kepada bapak, kemudian saya sungkem kepada ibu bapak, dan yang terakhir adek sungkem kepada saya, ibu, dan bapak. Sungguh mengharukan, saya selalu meneteskan air mata ketika sungkem kepada orang tua. Hehee...
Ini adalah foto keluarga saya, sayang sekali bapak tidak ikut. Bapak terlalu asik dengan acara temu kangen bersama teman-teman. Di sini ada saya, ibu, adek, budhe, dan bulik. Senang sekali bisa berkumpul seperti ini.

Saya dan keluarga

Selain acara keluarga, momen lebaran juga saya gunakan untuk bertemu teman-teman. Karena kebanyakan teman saya juga pergi merantau. Ada yang sudah bekerja, ada pula yang kuliah di luar kota. Sehingga saat lebaran kami tidak manyia-nyiakan waktu untuk berkumpul, walau hanya sekedar bertemu dan berbincang.
Dan inilah foto-foto kami saat acara reuni teman-teman sekolah. Bahagia sekali rasanya bertemu mereka, mengingat saat-saat sekolah dulu. 

Simun, Nur, Fero, Chui, Welly, Sikhas, Elysa
Pose di depan rumah Elysa
Mesem semua....

  













Alhamdulillah semoga lebaran tahun ini penuh berkah, semoga dapat bertemu dengan Ramadhan dan lebaran tahun depan. Amiin.....Rasanya memang tak pernah ada waktu yang cukup untuk merayakan kebahagiaan, selalu saja merasa kurang. Namun, kami harus kembali kepada rutinitas masing-masing. Saya bekerja, teman-teman pun demikian.

Terima kasih Elysa sudah mengundang kami untuk berkunjung, terima kasih suguhannya. Hehee....kami tidak keberatan kok jika diundang lagi.
Sampai jumpa di lain kesempatan ya temans....Semoga kita semua sukses di jalan masing-masing ya. Aamiin...


Thursday, 19 June 2014

Kepengin Plesiran Maaak....

Maaaaak....
Inyong pengin plesiran maring luar negeri laaah....
Kaya batir-batir, cuti kang kodean, preian plesir maring luar negeri. Ya ora ketang sing paling perek, Singapura apa ngendi lah. Kayane bungah nemen ya mak....Plesirane nganggo motor mabur, nggawe paspor.

Wingi krungu batire nembe plesir maring Singapura, jere si ora larang anu lagi promo. Tapi ya tetep bae nggo sangu karo go nginep nang hotel, tibane pada bae larang. Nah miki nembe bae maca bloge batire, crita jere wulan wingi sekang  Thailand. Jannn.....inyong iri banget maak....temenan, yakin lah. Ya ora-orane aku ora cinta Indonesia, tapi ya sekali-kali inyong juga kepengin ngrasakna mlaku-mlaku nang negarane wong lia. Inyong si yakin, mesti ya tetep luwih indah Indonesia, luwih eksotik lah. 

Nang Thailand jere negeri gajah putih, akeh gajah nang kana. Lah nang Indonesia yan ana Gajah. Mandan isin jane, sing negarane dewek be inyong urung menjelajahi, eh nggaya pengin maring luar negeri. Tapi kaaannn nggo pengalaman lah yaa.... Nang Thailand jere pemandangane yahuud banget, pantai sing jere terkenal banget. Lah nang Indonesia ya ana, akeh malah. Inyong pencen seneng banget angger kon maring pantai, maring nggunug jan demen banget kueh inyonge. Tapi ya, sepisan maning tek tegasna, Inyong pengin ngrasakna mlaku-mlaku nang luar negeri. 

Jere si nggo pengalaman, mumpung esih nom. Ya jere wong si nggo menikmati hasil kerja keras, dewek duwe hak sekang hasil kerjane dewek. Ya alhamdulillah inyong wis ngode, wis ora ngrepoti wong tua, saben ndina ngode terus, kuliah terus, ya sekali-kali kepengin preian. 

Mamake: "Ya sing gemati nabung nduk, aja boros-boros, saben gajian aja langsung dientongna. Sedekah aja ngasi kelalen, ben berkah. Koe arep lunga maring ngendi-ngendia ya nganah, nggolet pengalaman seakeh-akehe, duwit bisa digolet maning. Mumpung siki bisa ya diwujudna, mamake kan ora bisa aweh sangu, tek dongakna ben kabeh kepenginanmu bisa keturutan. Kabeh mau kudu kerja keras, ora ana kepenginan sing bisa keturutan anggere koe leha-leha ora gelem usaha, udu mamake, udu bapake sing usaha, tapi koe. Koe kue bocah kuat, wis mesti bisa lah, aja gampang nyerah. Dongane mamake ora pedhot nggo kowe nduk. Rajin sholat ya."

Inyong ya rasane arep mrebes mili angger kemutan mamake. Aamiin....matur nuwun doane mak, inyong pancen butuh banget doane mamake. Mbalik maning masalah mlaku-mlaku nang luar negeri. Negara idamanku, Jepang. Tapi ya adoh nemen. Ora papa, siki ora bisa ngapa-ngapa kecuali doa. Semoga Gusti Allah ridho, nggampangna dalane inyong. Tapi tetep, tujuan utama maring luar negeri ya maring Tanah Suci, rukun Islam sing nomer 5. Aamiin... ya Rabb....



Bismillah....Inyong mesti bisa!!! Insya Allah.....

Friday, 30 May 2014

Naik Motor Lagiii....

Alhamdulillah.....
yes yes yes.....
Akhirnya, setelah sekian lama. Hari ini adalah pertama kalinya mengendarai motor lagi, sendiri. Rasanya? Wow senang sekaliiii.... ^_^

Mungkin istilah "Bisa karena terpaksa" cocok dengan kondisi tadi. Siapapun yang dalam kondisi kepepet pasti akan bisa melakukan sesuatu yang bahkan di luar nalar manusia. Ya mungkin istilah kerennya "Think out of the box", semacam itu. Tapi ini benar, tadi ada jadwal kuliah pagi pukul 09.20, seharusnya. Tapi aku kan bukan mahasiswa biasa, aku juga seorang karyawan yang tidak bisa seenaknya meninggalkan kantor, walaupun alasannya jelas. Harus ijin, apalagi kalau ada pekerjaan yang nanggung harus segera diselesaikan, rasanya untuk meninggalkan kantor itu terasa sangat berat. Selain karena tanggung jawab, perasaan tidak enak kepada partner kerja juga menjadi penghalang untuk meninggalkan kantor.

Nah, kondisi seperti inilah yang tadi pagi aku hadapi. Ketika temanku bbm mengajak untuk berangkat bersama, aku sedang briefing pagi. Setelah aku balas, dia sudah di kampus. Dan ketika aku sudah bersiap-siap akan berangkat ternyata ada pekerjaan mendadak dan mendesak yang menghadang. Otomatis aku tidak bisa berangkat kuliah. Apalagi itu permintaan bos besar (owner), tidak ada alasan untuk tidak melakukan. Setelah selesai dengan pekerjaan itu aku kembali dilanda dilema, bagaimana bisa aku ke kampus dengan kondisi seperti ini (masih pake tongkat).

Setelah beberapa detik aku berpikir, muncul ide brilliant. Aku berniat berangkat mengendarai motor sendiri.
Sempat ragu untuk beberapa saat, tapi aku harus kuliah, sudah terlalu sering bolos.
Bismillah.....Allah pasti akan memudahkan. Dengan tekad itu aku berhasil mengendarai motor, dan tanpa sadar aku mulai ngebut. Astaghfirulloh, aku harus lebih hati-hati, baru 2 bulan yang lalu aku terjatuh dari motor dan lukanya belum sembuh.
Rasanya LUARRR BIASSAAA......lega, senang, kerinduan selama ini terpecahkan.
Terima kasih ya Allah. Semoga ini menjadi awal kesembuhan kakiku pasca kecelakaan beberapa waktu lalu.


Friday, 16 May 2014

Cepat sembuh yaa Fero

Rasanya sudah lamaaaa sekali ketika aku terakhir kali mengendarai sepeda motor sendiri, dan saat itulah aku terjatuh. Tidak pernah aku sangka sama sekali jika luka akibat kecelakaan itu membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Awalnya aku kira hanya butuh waktu seminggu, menurutku itu adalah waktu yang lama. Ternyata tidak, dua minggu, tiga minggu, bahkan lebih. Dan sekarang, ketika aku menulis ini sudah satu setengah bulan sejak aku dioperasi.

Iya, lukaku harus dioperasi. Yang awalnya aku kira cuma luka biasa (walaupun berlubang), ternyata ketika hasil rontgen keluar, ada kerikil yang masuk di lukaku. Dan otomatis kondisi tersebut mengharuskan kakiku untuk dioperasi. Lemes, kaget, ga percaya. Itu sangat tiba-tiba dan di luar dugaan. Hari itu juga aku masuk ruang perawatan, dan keesokan paginya aku masuk kamar operasi.

Bingung harus menyikapi seperti apa, meski aku mencoba untuk tenang tetapi tidak semudah itu. Alhamdulillah aku punya teman-teman yang sangat care sama aku. Dari teman kerja, teman kuliah, sampai teman yang ga tau bagaimana kami bisa saling kenal. Mereka memberikan support yang luar biasa saat aku benar-benar down, walaupun secara fisik aku tidak menunjukkan itu. Segala urusan pendaftaran, administrasi dan sebagainya semua mereka yang urus. Mereka menjagaku sampai kedua orang tuaku datang ke RS. Ya, aku baru memberi kabar mereka sore hari, itu pun melalui konflik batin yang luar biasa. Aku mencari cara untuk memberi kabar tanpa membuat mereka khawatir.

Di kamar perawatan, perawat dan koas melakukan berbagai tes kesehatan untuk memastikan bahwa kesehatanku memenuhi prosedur untuk dilakukan operasi. Dari cek darah, gigi, tekanan darah, dan beberapa tes yang lainnya. Alhamdulillah aku sehat, dan dilanjutkan berpuasa.
Keesokan harinya jadwal operasi dimajukan karena itu hari Jumat, dokter dan perawat tentu saja mengejar waktu Sholat Jumat. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan operasi tersebut, sekitar 15 menit operasi selesai, kemudian pemulihan karena masih dalam pengaruh anastesi, total kurang lebih 30 menit. Rasanya dalam pengaruh anastesi itu seperti dibawa ke dunia lain. Entah di mana aku saat itu, dibawa berputar-putar, dan akhirnya kembali, saat itulah aku membuka mata, itu menandakan aku sudah selesai dioperasi.(dokternya pinter). Tapi aku masih pusing, karena pengaruh anastesi belum hilang. Orang tua dan teman-teman menyambutku ketika aku keluar dari ruang operasi, kembali ke kamar perawatan dan malanjutkan istirahat.

Ini pengalaman pertama, dan aku sungguh berharap ini yang terakhir. Tidak bisa membayangkan jika harus masuk ruang operasi lagi. TIDAK!!!
Sekarang ini aku menjalani masa-masa yang sulit pasca operasi, rasa sakitnya bertambah, lukanya juga semakin lebar dan dalam. Tidak mungkin luka seperti itu dijahit, jadi dibiarkan terbuka, dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pemulihan. Menunggu jaringan tumbuh, kemudian mengering. Aku hanya memohon kepada Alloh agar senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.

Sungguh ini cobaan yang berat untukku dan keluargaku. Memang tidak bijak jika kita meminta cobaan yang mudah, yang harusnya kita lakukan adalah meminta agar selalu diberikan kekuatan yang lebih, kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa agar dapat melalui dengan sebaik-baiknya, dan tentu saja lulus dengan predikat baik, yaitu mendapatkan hikmah dan kebaikan dari cobaan ini. Aamiin.....
Semoga Alloh segera mengangkat penyakitku, dan diganti dengan kesembuhan....Aamiin yaa Rabb....

Ini foto sesaat setelah kecelakaan, 1 minggu sebelum operasi

Thursday, 15 May 2014

Coretan Pertama

Finally......mulai menggunakan blog
Mulai hari ini aku akan memindahkan cerita-cerita yang selama ini tersimpan di dalam benak ke dalam blog ini.
jjiiiaaaa....bahasanya benak.
ya mungkin entah itu penting atau cuma sekedar melepas bosan.
Tapi, blog ini akan merekam segala unek-unek, cerita motivasi, pengetahuan, cerita bahagia, cerita sedih, semuanya akan aku tuangkan di sini.
Senang sekali rasanya.....ada tempat berbagi.
Oke, mari kita mulai. \(^-^)/