Friday, 22 August 2014

Pantai Wonosari, Gunung Kidul

Tidak banyak yang akan saya tulis, ini adalah perjalanan saya dengan sahabat-sahabat saya. Mereka adalah teman sedari SMP dulu. Tempat yang kami kunjungi adalah pantai di Wonosari, daerah Gunung Kidul, Jogjakarta. Ada banyak pantai di Wonosari, di sepanjang daerah sana hampir semuanya pantai. Saya coba untuk menyebutkan satu persatu, yaitu Wedi Ombo, Baron, Siung, Indrayanti, Krakal, dan masih ada beberapa lagi saya tidak ingat betul. Tapi memang jarak antara pantai satu dengan yang lainnya tidak jauh, hanya menyisiri sepanjang jalan itu, kita dapat singgah di beberapa pantai yang mempesona.

Terkejut memang, mengingat Gunung kidul itu adalah gunung. Tak pernah terbayang di gunung akan ada pantai. Subhanallah...tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. Semua hal di luar nalar kita sangat bisa Allah ciptakan. Semoga semua ini menambah rasa syukur dan cinta kita kepada Allah SWT. Aamiin....

Kunjungan pertama kami, pantai Wedi Ombo
Empat Sekawan

Pantai Wedi Ombo

Zendi, Hargi, Frandika, Fero, Melisa, Ryan
Jika saja kami membawa kail, pasti kami akan memancing di sana, karena ternyata banyak pemancing ya memancing di Panta Wedi Ombo. Apalagi banyak batu-batu yang bisa dijadikan pijakan, sangat cocok sebagai tempat untuk memancing.

Selanjutnya kami menuju Pantai Indrayanti, tetapi ternyata di sana sangatlah ramai. Bisa diibaratkan jika di Bali, Indrayanti hampir seperti Kuta yang tidak begitu privat. Alhasil, kami tidak jadi singgah dan melanjutkan penyisiran. Kami terpesona pada pantai di sebelahnya, yaitu Pantai Krakal. Akhirnya kami memutuskan untuk singgah dan bermain air. Anginnya sepoi-sepoi, sedikit ngantuk tapi sangat sayang jika melewatkan pemandangan indah yang terhampar di depan mata. Lepas sandal, bermain pasir, lanjut bermain air, ingin menangkap ikan juga. Aaah....menyenangkan sekali.

Pantai Krakal

Bukit pohon pinus di Pantai Krakal

Di atas Pantai Krakal
Di atas Pantai Krakal

Bersama sahabatku Hargi
Sebenarnya kami ingin ke Goa Pindul, tapi kami sudah lelah dan lapar. Masih ingin bermain, tapi ketika ingat perjalanan kami ke Purwokerto masih sangatlah jauh, niat itu pun kami urungkan. Mungkin lain waktu kami akan kembali untuk mengunjungi yang belum sempat terkunjungi. Insha Allah.....
Semoga masih diberi kesempatan untuk kembali menikmati salah satu ciptaan Allah SWT. Aamiin...

Thursday, 21 August 2014

Proud of You Girl

Her name is Vitri Isnaeni, 16 years old on April 2014. She is my little sister. She is 7 years younger than me. When I write this post, now she is in the 2nd class of senior high school. I call her 'Pipit'.

Alhamdulillah, now she wears hijab. When she was in the 1st class, she promised to start wear hijab in the 2nd class. She still learn to wear hijab, not perfect. But the intension is the most important thing. Girl, with that age you have found the desire for wearing hijab. I'm very proud of you.

And these are your hijab style. Hihii....style for high school student. The simple style for a simple girl. You look more honorable because your hijab.
I remember when the first time I wore hijab. When Ramadhan, two years ago I just started wear hijab. But you, wear hijab when you are still a student of high school. This mean you aware earlier than me.

With her friend, Almira

With her classmate

With her classmate

With her besties

Pinky girl

You are Pipit

I hope you will be an istiqomah muslimah that always wear hijab. Don't ever open your hijab in front of many people. Because this is identity for muslimah. That what makes us different. Let's make our hijab better and better, be syar'i hijaber. I'm proud of you, and I love you my sister. 

Tuesday, 19 August 2014

Sore Hari di Lapangan

Assalamu'alaikum....
Setiap mendekati hari proklamasi, masyarakat sering merayakan dengan kegiatan perlombaan sebagai perwujudan dari kegembiraan dan semangat juang yang diwariskan oleh para pahlawan. Hal tersebut juga dilakukan oleh masyarakat di desa saya. Tidak hanya perlombaan yang ditujukan untuk anak-anak dan pemuda, perlombaan ini bersifat umum yang artinya semua bisa ikut berpartisipasi. Dari anak-anak hingga orang tua banyak yang ikut serta meramaikan kegiatan perlombaan tersebut.

Sebenarnya sudah hampir seminggu kegiatan itu diadakan, tetapi baru hari Minggu saya bisa ikut serta menyaksikan. Alasannya karena dari Senin hingga Sabtu saya sibuk bekerja dan pulang sudah terlalu sore. Beginilah gambaran kegiatan perlombaan di lapangan desa saya. Hanya ini yang dapat saya tangkap, karena hari itu hanya perlombaan ini yang saya saksikan. Hehee...
Tapi ada pepatah lebih baik ada, walau sedikit daripada tidak sama sekali. #ngarang.

Lomba Tarik Tambang
Lapangan dipadati oleh masyarakat yang ingin menyaksikan perlombaan. Suara riuh, sorak-sorai para pendukung memadati arena lapangan yang biasanya digunakan untuk pemuda berlatih sepak bola. Jarang-jarang saya bisa ikut acara seperti ini, rasanya sungguh senang. Alhamdulillaah....
Sebenarnya selain lomba tarik tambang ada pertandingan lain, yaitu volly. Tapi sayang sekali saya tidak berhasil mengabadikan momen tersebut.

Sore hari memang sangat cocok untuk bermain dan bersantai. Semilir angin dan cahaya senja yang hangat menjadi nuansa tersendiri. Ya, sore itu saya mengajak adik, keponakan, serta anak tetangga, karena saya sangat menyukai anak kecil. Sangat senang melihat tingkah mereka.

Saya, Hafiz, Vina

Keponakan saya sangat menyukai bermain sabun. Hampir setiap kami bermain di lapangan, pasti jenis permainan ini yang dia pilih. Meskipun sebenarnya dia tidak begitu bisa untuk membuat gelembung-gelembung sabun itu. Jadilah saya mendampingi mereka bermain......Memberikan contoh dan ikut bermain.

Tiup yang kenceng tanteee...

Panji keyeeen...

Panji

Bersama Hafiz

Lucu sekali ya anak-anak itu....Serasa tak ada beban ketika bermain dengan mereka. Terkadang sampai tak ingat waktu kalau ternyata hari sudah mulai gelap. Damai sekali bersama mereka. Saya memang sering bermain dengan keponakan saya yang satu itu, tetapi jarang bersama anak-anak lain dan di tempat terbuka seperti di lapangan. Sehingga nuansanya tentu saja berbeda, dan itu sangat menyenangkan.

Yah...walaupun tujuan utama sebenarnya adalah acara lomba 17-an, jadi melenceng main-main sendiri. Tak apalah, essensi yang dicari kan kesenangan. Dan alhamdulillah, bermain bersama mereka sangat menyenangkan. Mungkin harus lebih sering membawa anak-anak ke arena terbuka, sehingga mereka bisa bermain sesuka hati.

Friday, 15 August 2014

Backpacker: edisi Dream Land

Alhamdulillah....
Postingan kali ini saya beri judul 'Backpacker', walaupun sebenarnya tidak seekstrim backpacker dalam arti sesungguhnya. Karena pada kenyataannya perjalanan saya kemarin bisa dibilang tidak banyak melakukan persiapan, dari  perencanaan sampai perlengkapan survival.

Langsung saja, tepatnya hari Minggu 10 Agustus 2014 saya melakukan perjalanan ke sebuah tempat wisata di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Nama tempat wisata tersebut adalah 'Dream Land Park'. Tidak ada rencana khusus dalam perjalanan ini, sampai-sampai di pagi hari saat akan berangkat saya bangun terlambat. Sempat berpikir untuk batal, tapi dorongan untuk lanjut lebih besar. Hehee....akhirnya saya memantapkan diri untuk berangkat. Karena lokasi tempat wisata itu mudah dijangkau kendaraan roda empat, tidak banyak perlengkapan khusus yang saya bawa. Hanya tas ransel yang berisi laptop, dompet, hp, dan perlengkapan pribadi yang standar. Yang paling penting si kamera, bagaimana pun ini adalah alat agar tetap eksis. Hehee... 
Bersiap


Briefing dulu sebelum berpencar.

Jembatan cinta.hehee...bukan deeng...

Lihat burung hantunya
Woooww....akhirnya saya menemukan binatang kesukaan saya 'Owl'. Senang sekali dapat mengabadikan foto bersamanya. Dia sedikit malu-malu, apalagi di siang hari. Matanya tidak sepenuhnya terbuka, sayang sekali. Berharap suatu saat saya dapat memiliki burung hantu, setidaknya salah satu dari jenis burung hantu di dunia. Sering berkhayal seperti murid-murid Hogwarts (Harry Potter dkk) yang masing-masing dari mereka memiliki satu burung hantu.

Ularnya lumayan besar
Ada juga berbagai macam ular, yang bisa kita pegang sampai yang berbisa. Namun yang berbisa biasanya ada kandang khusus dari kaca. Dari yang ukuran kecil sampai yang sangat besar seperti yang saya pegang. Sedikit mengerikan ketika akan memegang ular tersebut, tetapi karena saking penasarannya saya nekat dan ternyata tidak ada masalah. Ularnya tetap stay cool dan tidak bergerak sedikitpun. Alhamdulillah...


Persiapan meluncur....go!!!
Di sana ada berbagai permainan, salah satunya flying fox. Sebenarnya tidak terlalu ingin, tetapi teman saya April memaksa untuk mencoba karena dia belum pernah melakukan permainan ini. Sedangkan saya sudah beberapa kali, ketika kegiatan Pramuka dan wisata juga. Tapi walaupun awalnya tidak begitu ingin, tetap saja ketika melakukan itu rasanya sangat berkesan. Tidak akan pernah bosan untuk melakukan permainan yang menantang.


Mereka santri yayasan Salsabila
Foto bersama santri-santri yayasan. Senang melihat wajah bahagia mereka setelah puas bermain di arena Dream Land.

Lihat backgroundnya...
Indah sekali pemandangan di belakang saya. Ingin sekali saya mengabadikan panorama yang indah ini. meskipun pemandangan yang ditangkap oleh lensa mata tidak bisa dibandingkan dengan lensa apapun, termasuk lensa kamera. Dari foto ini terlihat indah, padahal aslinya lebih lebih indah lagi. Bersyukur dapat menikmati pemandangan ini dengan mata yang sehat.

Bersama April

Bye

Sayonara.....
Sampai jumpa di perjalanan berikutnya....
Semoga semakin memberi manfaat untuk banyak orang. Aamiin...



Monday, 11 August 2014

Kami Adalah Sahabat

Minggu, 10 Agustus 2014

Alhamdulillaah, tepatnya kemarin saya baru saja melakukan reuni dengan sahabat-sahabat saya semasa SMP. Memang tidak banyak, hanya beberapa saja. Namun, mereka inilah yang sering mendampingi saya saat susah, dan sahabat yang sering menghabiskan waktu dengan saya walau hanya sekedar minum kopi. Bahagia sekali memiliki mereka. 

Tidak terasa sudah 8 tahun sejak kami lulus SMP, dan itu berarti kami sudah berteman selama lebih dari 8 tahun sehingga akhirnya kami bersahabat, mungkin jika dihitung-hitung sejak 12 tahun lalu kita mulai saling mengenal. Meski memang ada beberapa yang baru dekat dan akrab belakangan ini. Kami tidak langsung menjadi sahabat seperti sekarang. Ada beberapa yang memang sudah sejak awal dekat dan merasa cocok, tetapi kebanyakan justru baru dekat akhir-akhir ini. Selama ini kami hanya berteman biasa, bertemu saat ada waktu atau saat liburan. Namun karena intensitas dan kualitas dari pertemuan itu sendirilah yang membuat kami semakin hari semakin dekat. Dan rasa syukur karena memiliki mereka pun muncul.

Memang sahabat saya bukan cuma mereka, mereka pun juga mempunyai sahabat lain yang mungkin lebih dekat jika dibandingkan dengan saya. Sahabat mereka yang tidak saya kenal, ataupun sahabat saya yang tidak mereka kenal. Kami sadar karena tidak setiap waktu kami bisa berbagi satu sama lain, tidak selalu kami bisa bertemu walau hanya untuk mengobrol, tidak setiap waktu juga kita saling kirim pesan maupun mengobrol lewat telepon. Pada saat-saat itulah kami berbagi dengan sahabat kami masing-masing yang lain. Tapi saat kami bersama (walau terkadang topik pembicaraannya pun saya tidak tahu), saya bahagia. Saya menikmati setiap saat bertemu dengan mereka, berkumpul bersama, membahas cerita yang tidak penting hanya untuk kesenangan kami semata.

Inilah beberapa foto kebersamaan kami saat berkumpul kemarin. Kami jalan-jalan, makan bersama, ditutup dengan karaokean bersama (tapi saya sama sekali tidak ikut menyanyi. Hehee....). Tertawa bersama, celetukan yang lucu, obrolan tidak bermutu. Hahaha....bahagia itu sederhana.


Zendi, Frandhika, Fero, Hargi, Tata
Didon, Dedek, Bayu

Dan ini saat kami keliling berkunjung ke rumah teman-teman untuk bersilaturahmi saat lebaran Tepatnya labaran hari ke-2, Selasa 29 Juli 2014. Mungkin tingkah kami sedikit merepotkan tuan rumah, tapi kami yakin mereka pasti lebih merasa bahagia atas kedatangan kami. Hehehee....



Bonus tambahan, ketika mereka mendaki ke gunung Perahu, Dieng.



Alhamdulillaah...bersyukur memiliki mereka. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya, tapi selagi masih diberi kesempatan kami ingin selalu ada waktu untuk bertemu dan berkumpul seperti ini. Suatu hari nanti akan ada saat di mana kami memiliki dunia masing-masing yang harus dijalani. Iya kami sudah dewasa, suatu saat kami pasti akan menikah, cepat atau lambat. Tetapi saya berharap persahabatan ini tetap terjalin sampai kapanpun. Meski cara menghabiskan waktu bersama mereka pasti akan berbeda. Aku sayang kalian....