Alhamdulillah.....
yes yes yes.....
Akhirnya, setelah sekian lama. Hari ini adalah pertama kalinya mengendarai motor lagi, sendiri. Rasanya? Wow senang sekaliiii.... ^_^
Mungkin istilah "Bisa karena terpaksa" cocok dengan kondisi tadi. Siapapun yang dalam kondisi kepepet pasti akan bisa melakukan sesuatu yang bahkan di luar nalar manusia. Ya mungkin istilah kerennya "Think out of the box", semacam itu. Tapi ini benar, tadi ada jadwal kuliah pagi pukul 09.20, seharusnya. Tapi aku kan bukan mahasiswa biasa, aku juga seorang karyawan yang tidak bisa seenaknya meninggalkan kantor, walaupun alasannya jelas. Harus ijin, apalagi kalau ada pekerjaan yang nanggung harus segera diselesaikan, rasanya untuk meninggalkan kantor itu terasa sangat berat. Selain karena tanggung jawab, perasaan tidak enak kepada partner kerja juga menjadi penghalang untuk meninggalkan kantor.
Nah, kondisi seperti inilah yang tadi pagi aku hadapi. Ketika temanku bbm mengajak untuk berangkat bersama, aku sedang briefing pagi. Setelah aku balas, dia sudah di kampus. Dan ketika aku sudah bersiap-siap akan berangkat ternyata ada pekerjaan mendadak dan mendesak yang menghadang. Otomatis aku tidak bisa berangkat kuliah. Apalagi itu permintaan bos besar (owner), tidak ada alasan untuk tidak melakukan. Setelah selesai dengan pekerjaan itu aku kembali dilanda dilema, bagaimana bisa aku ke kampus dengan kondisi seperti ini (masih pake tongkat).
Setelah beberapa detik aku berpikir, muncul ide brilliant. Aku berniat berangkat mengendarai motor sendiri.
Sempat ragu untuk beberapa saat, tapi aku harus kuliah, sudah terlalu sering bolos.
Bismillah.....Allah pasti akan memudahkan. Dengan tekad itu aku berhasil mengendarai motor, dan tanpa sadar aku mulai ngebut. Astaghfirulloh, aku harus lebih hati-hati, baru 2 bulan yang lalu aku terjatuh dari motor dan lukanya belum sembuh.
Rasanya LUARRR BIASSAAA......lega, senang, kerinduan selama ini terpecahkan.
Terima kasih ya Allah. Semoga ini menjadi awal kesembuhan kakiku pasca kecelakaan beberapa waktu lalu.
Friday, 30 May 2014
Thursday, 29 May 2014
Ignorantia Iuris Nocet
Mungkin sudah banyak yang pernah mendengar adagium ini, mungkin juga tidak sedikit yang tahu artinya. Jadi arti dari adagium tersebut adalah, ketidaktahuan akan hukum mencelakakan. Setidaknya seperti itulah definisi yang ada jika kita mencarinya di mesin pencari mbah google.
Namun ada makna tersirat dari definisi tersebut, dan jika ingin lebih memahaminya sudah pasti kita harus menggali lebih dalam makna yang terkandung di dalamnya. Jika kita tafsirkan, memang begitulah keadaan seseorang yang tidak tahu menahu tentang hukum. Keadaan tersebut tidak dapat menjadi penyelamat kita di persidangan, hanya karena kita beralasan tidak mengetahui hukumnya. Jadi dengan kata lain ketidaktahuan akan hukum mencelakakan.
Asas Equality before the law, yaitu kesamaan di hadapan hukum. Artinya, semua orang memiliki kedudukan yang sama di dalam hukum. Jadi, entah tahu atau tidak mengenai hukum, setiap orang dianggap tahu. Begitulah fiksi hukum. Ketidaktahuan tersebut tidak bisa dijadikan alasan pembenar dan pemaaf dalam pengadilan.
Bayangkan saja ada seseorang yang mencuri, di pengadilan dia berdalih dengan alasan tidak tahu hukumnya jika mencuri itu melanggar dan diatur dalam KUHP. Pertanyaannya adalah, apakah dia lolos dari jerat hukum? Jawabannya tentu saja tidak. Berdasarkan perbuatannya dia tetap dikenai pasal 362 KUHP. Walaupun dalam penjatuhan hukuman akan dilihat lagi dari aspek pelaku perbuatannya (akan saya bahas di lain kesempatan). Jika dengan alasan tidak tahu hukum dapat membebaskan penjahat, akan jadi apa negara kita ini? Perbandingan antara orang yang benar-benar mengetahui hukum dengan yang tidak sudah jelas lebih banyak yang tidak mengetahui. Belum lagi jika pelaku kejahatan berpura-pura dengan alasan tidak tahu hukum, sudah pasti negara ini akan hancur dengan banyaknya tindak kejahatan yang tak terkendali.
Nah, dari contoh kasus tersebut semakin jelas kan maksud dari adagium yang saya sampaikan? Jadi dapat disimpulkan bahwa sudah saatnya kita paham tentang hukum, meskipun tidak sehandal para sarjana hukum. Paling tidak kita harus tahu setiap pemerintah membuat dan memberlakukan peraturan baru. Karena setelah peraturan disahkan dan diumumkan dalam staatsblaad (lembaran negara), setiap orang difiksikan tahu hukum/peraturan tersebut. Ya istilahnya biar ga kudet. Karena kembali lagi, setiap orang dianggap tahu hukum meskipun kenyataannya belum tentu. Jadi sama-sama rugi kan? Tapi jika kita tahu sedikit tentang hukum, dapat menghindarkan kita dari perbuatan yang melanggar hukum tersebut.
Labels:
Viva Justicia
Thursday, 22 May 2014
Hak Asuh Anak
Kemarin malam adalah jadwal kuliah hukum Perdata. Setelah perkuliahan selesai, ada beberapa hal yang masih membuat kami bingung. Akhirnya kami memutuskan untuk menanyakan kepada dosen. Kita kadang terkecoh antara hak asuh dengan hak perwalian.
Ketika ada orang tua yang bercerai, mereka sering memperebutkan hak asuh atas anak mereka. Tetapi kadang mereka salah menggunakan istilah hak perwalian. Jika yang digunakan adalah hak perwalian, itu berarti mereka memperebutkan anak yang sebelumnya ada di bawah perwalian orang lain (bukan orang tua mereka). Padahal yang terjadi adalah anak diperebutkan oleh kedua orang tua mereka, sehingga istilah yang digunakan seharusnya adalah hak asuh anak. Yaitu hak untuk mengasuh anak pasca perceraian.
Sesuai Undang-undang, anak di bawah umur hak asuhnya adalah ada pada ibu, bukan ayah. Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi ayah untuk mendapatkan hak asuh tersebut. Sebagai mahasiswi fakultas hukum, kami dibiasakan untuk berperan sebagai hakim, jaksa, dan juga pengacara. Jika kita sebagai pengacara, bagaimana cara kita untuk memenangkan perkara, sehingga hak asuh jatuh ke tangan ayah? Kita harus mempunyai argumen yang kuat dan memberatkan si ibu. Jahat memang, tapi begitulah tugas pengacara, yaitu memenangkan klien, dan dalam hal ini klien kita adalah si ayah.
Dalam contoh kemarin, kami membuat argumen bahwa si ibu tidak bekerja, sehingga tidak akan bisa menafkahi anak pasca perceraian. Dengan demikian, tidak dapat memenuhi kebutuhan si anak. Argumen kami langsung dibantah, karena meskipun sudah bercerai, ayah (mantan suami) tetap wajib menafkahi anak. Tanggung jawab ayah terhadap anak tidak luntur karena perceraian. Sehingga hal tersebut tidak dapat memberatkan si ibu untuk memperoleh hak asuh atas anaknya. Kami mencoba argumen lain, yaitu bahwa si ibu berkelakuan tidak baik, dan itu dapat mempengaruhi dalam membesarkan anak. Si ibu dianggap tidak cakap untuk mempunyai hak asuh trhadap anaknya. Dalam hukum perdata, kelakuan ibu/orang tua yang demikian dapat memutus hak asuh. Jika pengacara si ibu tidak dapat mematahkan argumen kami, maka kami menang, dan hak asuh akan jatuh ke tangan si ayah.
Satu hal yang saya ingat betul dari perkataan dosen pada akhir pertemuan, yaitu jika menjadi pengacara jangan terlalu mamakai perasaan. Terdengar cukup kejam memang, tapi ya begitulah adanya. Jika kita terlalu bermain perasaan, kita tidak akan memenangkan kasus yang kita tangani. Perlu mempertimbangkan lagi untuk memutuskan jadi pengacara. Yang penting harus tetap SEMANGAT!!!
Ketika ada orang tua yang bercerai, mereka sering memperebutkan hak asuh atas anak mereka. Tetapi kadang mereka salah menggunakan istilah hak perwalian. Jika yang digunakan adalah hak perwalian, itu berarti mereka memperebutkan anak yang sebelumnya ada di bawah perwalian orang lain (bukan orang tua mereka). Padahal yang terjadi adalah anak diperebutkan oleh kedua orang tua mereka, sehingga istilah yang digunakan seharusnya adalah hak asuh anak. Yaitu hak untuk mengasuh anak pasca perceraian.
Sesuai Undang-undang, anak di bawah umur hak asuhnya adalah ada pada ibu, bukan ayah. Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi ayah untuk mendapatkan hak asuh tersebut. Sebagai mahasiswi fakultas hukum, kami dibiasakan untuk berperan sebagai hakim, jaksa, dan juga pengacara. Jika kita sebagai pengacara, bagaimana cara kita untuk memenangkan perkara, sehingga hak asuh jatuh ke tangan ayah? Kita harus mempunyai argumen yang kuat dan memberatkan si ibu. Jahat memang, tapi begitulah tugas pengacara, yaitu memenangkan klien, dan dalam hal ini klien kita adalah si ayah.
Dalam contoh kemarin, kami membuat argumen bahwa si ibu tidak bekerja, sehingga tidak akan bisa menafkahi anak pasca perceraian. Dengan demikian, tidak dapat memenuhi kebutuhan si anak. Argumen kami langsung dibantah, karena meskipun sudah bercerai, ayah (mantan suami) tetap wajib menafkahi anak. Tanggung jawab ayah terhadap anak tidak luntur karena perceraian. Sehingga hal tersebut tidak dapat memberatkan si ibu untuk memperoleh hak asuh atas anaknya. Kami mencoba argumen lain, yaitu bahwa si ibu berkelakuan tidak baik, dan itu dapat mempengaruhi dalam membesarkan anak. Si ibu dianggap tidak cakap untuk mempunyai hak asuh trhadap anaknya. Dalam hukum perdata, kelakuan ibu/orang tua yang demikian dapat memutus hak asuh. Jika pengacara si ibu tidak dapat mematahkan argumen kami, maka kami menang, dan hak asuh akan jatuh ke tangan si ayah.
Satu hal yang saya ingat betul dari perkataan dosen pada akhir pertemuan, yaitu jika menjadi pengacara jangan terlalu mamakai perasaan. Terdengar cukup kejam memang, tapi ya begitulah adanya. Jika kita terlalu bermain perasaan, kita tidak akan memenangkan kasus yang kita tangani. Perlu mempertimbangkan lagi untuk memutuskan jadi pengacara. Yang penting harus tetap SEMANGAT!!!
Labels:
Viva Justicia
Monday, 19 May 2014
One Passion, One Goal, FIGHTING!!!
Yuppieee.....kali ini aku mau share tentang tempat kerjaku.....
Aku bekerja di CV Salsabila Group, yaitu group yang bergerak di bidang kuliner dan fashion, ke depannya si bakalan nambah lagi unit usahanya. Aamiin...
Sudah lama aku bergabung di perusahaan ini, sejak lulus dari sekolah tercinta SMK Negeri 1 Banyumas, aku langsung masuk dan alhamdulillah diterima. Hehee...dulu masih kecil, outletnya baru satu, mungkin karena itu kali ya jadi gampang masuknya.....
Sekarang, seiring berjalannya waktu, perusahaan kami berkembang, dari yang hanya 1 outlet, sekarang sudah banyak, Alhamdulillah...
Bahkan sekarang kami memiliki saudara, yaitu Sambel Layah Corporation. Senang, ada rekan untuk berbagi, bekerja sama untuk membesarkan perusahaan ini. Aamiin... Dua group tetapi kita SATU. Kemajuan di salah satu group berarti kemajuan untuk group yang lainnya juga. FIGHTING!!!
![]() |
| All of us |
Okeee....di atas adalah penggerak Salsabila Group dan SL Corp. Dari atas kiri ke kanan:
P Nugroho, P Imanudin, P Barik, Afi, Fahmi, Kurnia Sari, P Bhayu, P Surya, P Tri, P Eko
Deretan bawah, cewe-cewe kece..... ^_^:
Fero (kebetulan ini aku.hehee), Mba Mega, Mba Siti, Bu Niken, Bu Sari, Bu Wulan
Kami akuuur kannn...padahal kami dari group yang berbeda, tapi dengan visi dan misi yang sama, kami bersatu untuk mewujudkan itu.....
Lanjut ya foto-fotonya, kebetulan kemarin briefing pagi diisi dengan photo session
![]() |
| My division |
![]() |
| Head Office.....Fighting!!! |
Ditutup dengan yel Head Office....
Sekian dulu yaa...besok sambung lagiii.....
Regards,
Fero
Labels:
Tentang Salsabila Group
Friday, 16 May 2014
Cepat sembuh yaa Fero
Rasanya sudah lamaaaa sekali ketika aku terakhir kali mengendarai sepeda motor sendiri, dan saat itulah aku terjatuh. Tidak pernah aku sangka sama sekali jika luka akibat kecelakaan itu membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Awalnya aku kira hanya butuh waktu seminggu, menurutku itu adalah waktu yang lama. Ternyata tidak, dua minggu, tiga minggu, bahkan lebih. Dan sekarang, ketika aku menulis ini sudah satu setengah bulan sejak aku dioperasi.
Iya, lukaku harus dioperasi. Yang awalnya aku kira cuma luka biasa (walaupun berlubang), ternyata ketika hasil rontgen keluar, ada kerikil yang masuk di lukaku. Dan otomatis kondisi tersebut mengharuskan kakiku untuk dioperasi. Lemes, kaget, ga percaya. Itu sangat tiba-tiba dan di luar dugaan. Hari itu juga aku masuk ruang perawatan, dan keesokan paginya aku masuk kamar operasi.
Bingung harus menyikapi seperti apa, meski aku mencoba untuk tenang tetapi tidak semudah itu. Alhamdulillah aku punya teman-teman yang sangat care sama aku. Dari teman kerja, teman kuliah, sampai teman yang ga tau bagaimana kami bisa saling kenal. Mereka memberikan support yang luar biasa saat aku benar-benar down, walaupun secara fisik aku tidak menunjukkan itu. Segala urusan pendaftaran, administrasi dan sebagainya semua mereka yang urus. Mereka menjagaku sampai kedua orang tuaku datang ke RS. Ya, aku baru memberi kabar mereka sore hari, itu pun melalui konflik batin yang luar biasa. Aku mencari cara untuk memberi kabar tanpa membuat mereka khawatir.
Di kamar perawatan, perawat dan koas melakukan berbagai tes kesehatan untuk memastikan bahwa kesehatanku memenuhi prosedur untuk dilakukan operasi. Dari cek darah, gigi, tekanan darah, dan beberapa tes yang lainnya. Alhamdulillah aku sehat, dan dilanjutkan berpuasa.
Keesokan harinya jadwal operasi dimajukan karena itu hari Jumat, dokter dan perawat tentu saja mengejar waktu Sholat Jumat. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan operasi tersebut, sekitar 15 menit operasi selesai, kemudian pemulihan karena masih dalam pengaruh anastesi, total kurang lebih 30 menit. Rasanya dalam pengaruh anastesi itu seperti dibawa ke dunia lain. Entah di mana aku saat itu, dibawa berputar-putar, dan akhirnya kembali, saat itulah aku membuka mata, itu menandakan aku sudah selesai dioperasi.(dokternya pinter). Tapi aku masih pusing, karena pengaruh anastesi belum hilang. Orang tua dan teman-teman menyambutku ketika aku keluar dari ruang operasi, kembali ke kamar perawatan dan malanjutkan istirahat.
Ini pengalaman pertama, dan aku sungguh berharap ini yang terakhir. Tidak bisa membayangkan jika harus masuk ruang operasi lagi. TIDAK!!!
Sekarang ini aku menjalani masa-masa yang sulit pasca operasi, rasa sakitnya bertambah, lukanya juga semakin lebar dan dalam. Tidak mungkin luka seperti itu dijahit, jadi dibiarkan terbuka, dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pemulihan. Menunggu jaringan tumbuh, kemudian mengering. Aku hanya memohon kepada Alloh agar senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
Sungguh ini cobaan yang berat untukku dan keluargaku. Memang tidak bijak jika kita meminta cobaan yang mudah, yang harusnya kita lakukan adalah meminta agar selalu diberikan kekuatan yang lebih, kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa agar dapat melalui dengan sebaik-baiknya, dan tentu saja lulus dengan predikat baik, yaitu mendapatkan hikmah dan kebaikan dari cobaan ini. Aamiin.....
Semoga Alloh segera mengangkat penyakitku, dan diganti dengan kesembuhan....Aamiin yaa Rabb....
Iya, lukaku harus dioperasi. Yang awalnya aku kira cuma luka biasa (walaupun berlubang), ternyata ketika hasil rontgen keluar, ada kerikil yang masuk di lukaku. Dan otomatis kondisi tersebut mengharuskan kakiku untuk dioperasi. Lemes, kaget, ga percaya. Itu sangat tiba-tiba dan di luar dugaan. Hari itu juga aku masuk ruang perawatan, dan keesokan paginya aku masuk kamar operasi.
Bingung harus menyikapi seperti apa, meski aku mencoba untuk tenang tetapi tidak semudah itu. Alhamdulillah aku punya teman-teman yang sangat care sama aku. Dari teman kerja, teman kuliah, sampai teman yang ga tau bagaimana kami bisa saling kenal. Mereka memberikan support yang luar biasa saat aku benar-benar down, walaupun secara fisik aku tidak menunjukkan itu. Segala urusan pendaftaran, administrasi dan sebagainya semua mereka yang urus. Mereka menjagaku sampai kedua orang tuaku datang ke RS. Ya, aku baru memberi kabar mereka sore hari, itu pun melalui konflik batin yang luar biasa. Aku mencari cara untuk memberi kabar tanpa membuat mereka khawatir.
Di kamar perawatan, perawat dan koas melakukan berbagai tes kesehatan untuk memastikan bahwa kesehatanku memenuhi prosedur untuk dilakukan operasi. Dari cek darah, gigi, tekanan darah, dan beberapa tes yang lainnya. Alhamdulillah aku sehat, dan dilanjutkan berpuasa.
Keesokan harinya jadwal operasi dimajukan karena itu hari Jumat, dokter dan perawat tentu saja mengejar waktu Sholat Jumat. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan operasi tersebut, sekitar 15 menit operasi selesai, kemudian pemulihan karena masih dalam pengaruh anastesi, total kurang lebih 30 menit. Rasanya dalam pengaruh anastesi itu seperti dibawa ke dunia lain. Entah di mana aku saat itu, dibawa berputar-putar, dan akhirnya kembali, saat itulah aku membuka mata, itu menandakan aku sudah selesai dioperasi.(dokternya pinter). Tapi aku masih pusing, karena pengaruh anastesi belum hilang. Orang tua dan teman-teman menyambutku ketika aku keluar dari ruang operasi, kembali ke kamar perawatan dan malanjutkan istirahat.
Ini pengalaman pertama, dan aku sungguh berharap ini yang terakhir. Tidak bisa membayangkan jika harus masuk ruang operasi lagi. TIDAK!!!
Sekarang ini aku menjalani masa-masa yang sulit pasca operasi, rasa sakitnya bertambah, lukanya juga semakin lebar dan dalam. Tidak mungkin luka seperti itu dijahit, jadi dibiarkan terbuka, dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pemulihan. Menunggu jaringan tumbuh, kemudian mengering. Aku hanya memohon kepada Alloh agar senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
Sungguh ini cobaan yang berat untukku dan keluargaku. Memang tidak bijak jika kita meminta cobaan yang mudah, yang harusnya kita lakukan adalah meminta agar selalu diberikan kekuatan yang lebih, kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa agar dapat melalui dengan sebaik-baiknya, dan tentu saja lulus dengan predikat baik, yaitu mendapatkan hikmah dan kebaikan dari cobaan ini. Aamiin.....
Semoga Alloh segera mengangkat penyakitku, dan diganti dengan kesembuhan....Aamiin yaa Rabb....
![]() |
| Ini foto sesaat setelah kecelakaan, 1 minggu sebelum operasi |
Labels:
Tentang Aku
Thursday, 15 May 2014
Coretan Pertama
Finally......mulai menggunakan blog
Mulai hari ini aku akan memindahkan cerita-cerita yang selama ini tersimpan di dalam benak ke dalam blog ini.
jjiiiaaaa....bahasanya benak.
ya mungkin entah itu penting atau cuma sekedar melepas bosan.
Tapi, blog ini akan merekam segala unek-unek, cerita motivasi, pengetahuan, cerita bahagia, cerita sedih, semuanya akan aku tuangkan di sini.
Senang sekali rasanya.....ada tempat berbagi.
Oke, mari kita mulai. \(^-^)/
Mulai hari ini aku akan memindahkan cerita-cerita yang selama ini tersimpan di dalam benak ke dalam blog ini.
jjiiiaaaa....bahasanya benak.
ya mungkin entah itu penting atau cuma sekedar melepas bosan.
Tapi, blog ini akan merekam segala unek-unek, cerita motivasi, pengetahuan, cerita bahagia, cerita sedih, semuanya akan aku tuangkan di sini.
Senang sekali rasanya.....ada tempat berbagi.
Oke, mari kita mulai. \(^-^)/
Labels:
Tentang Aku
Subscribe to:
Comments (Atom)





